Rabu, 04 Februari 2026  09:44:56

Laporan Kegiatan


blog-img

Surveilans TAS (Transmission Assessment Survey) Filariasis Tahap 3 di Kabupaten Lampung Timur

Delvi Permata Sari | Surveilans Epidemiologi

Pelaksanaan Transmission Assessment Survey (TAS) Filariasis Tahap 3 merupakan tahapan penting dalam upaya memastikan bahwa suatu wilayah telah berhasil menurunkan tingkat prevalensi filariasis hingga berada di bawah ambang batas yang ditetapkan. Hasil TAS menjadi dasar untuk memastikan penghentian Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) serta menjamin keberlanjutan eliminasi filariasis sebagai masalah kesehatan masyarakat.

Upaya eliminasi filariasis di Indonesia telah dilakukan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan POPM Filariasis selama lima tahun berturut-turut di wilayah endemis. Setelah itu, dilakukan serangkaian survei evaluasi, salah satunya adalah Transmission Assessment Survey (TAS). TAS dilaksanakan dalam tiga tahapan dengan interval waktu dua tahun, bertujuan untuk menilai apakah transmisi filariasis telah benar-benar terhenti di wilayah tersebut.

TAS Tahap III di Kabupaten Lampung Timur

Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu kabupaten endemis filariasis di Provinsi Lampung yang telah menyelesaikan pelaksanaan POPM Filariasis. Pemeriksaan pada TAS Tahap III dilakukan menggunakan Brugia Test Plus, yaitu alat diagnostik cepat untuk mendeteksi antibodi terhadap Brugia malayi. Pemeriksaan ini difokuskan pada anak usia 6–7 tahun (kelas 1 dan 2 SD), sebagai kelompok indikator untuk menilai potensi transmisi baru di masyarakat.

Cakupan dan Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan TAS Filariasis Tahap III mencakup seluruh wilayah Kabupaten Lampung Timur yang sebelumnya melaksanakan POPM Filariasis. Survei dilaksanakan di 39 sekolah dasar/sederajat yang tersebar di beberapa kecamatan. Pemilihan sekolah dilakukan berdasarkan metode cluster sampling sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 15–24 September 2025 dengan sasaran sebanyak 1.700 anak usia 6–7 tahun dari kelas 1 dan 2 SD/sederajat di 39 sekolah terpilih. Penentuan jumlah sampel menggunakan aplikasi Survey Sample Builder (SSB) yang telah ditetapkan oleh WHO.

Hasil dan Capaian

Dari seluruh sekolah yang diperiksa, jumlah sampel yang berhasil diperoleh melampaui target, dengan capaian sebesar 101,99%, menunjukkan kualitas pelaksanaan survei yang sangat baik. Dengan capaian tersebut, sekolah cadangan tidak perlu digunakan.

Dari total 1.589 sampel yang diperiksa:

  • 1.587 sampel menunjukkan hasil negatif,

  • 2 sampel dinyatakan invalid,

  • Tidak ditemukan kasus positif filariasis.

Berdasarkan hasil tersebut, Kabupaten Lampung Timur dinyatakan lulus Transmission Assessment Survey (TAS) Filariasis Tahap III, karena jumlah kasus berada jauh di bawah nilai kritis (critical cut-off) yang ditetapkan, yaitu 18.

Manfaat bagi Sektor Kesehatan

Pelaksanaan TAS Filariasis Tahap III memberikan manfaat besar bagi sektor kesehatan, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Hasil survei ini menjadi bukti keberhasilan program eliminasi filariasis, serta menjadi dasar penting bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur dan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Palembang dalam perencanaan, evaluasi, dan penguatan upaya pengendalian penyakit menular di masa mendatang.

Keberhasilan ini juga menunjukkan komitmen bersama lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten Lampung Timur yang bebas filariasis dan mendukung target eliminasi filariasis nasional.

Bagikan Ke:

Populer