Surveilans Faktor Risiko Penyakit Bersumber Air (ERAPO) adalah singkatan dari Surveilans Eradikasi Polio, yaitu sistem pengawasan ketat untuk memastikan virus polio hilang dari populasi, terutama melalui pemantauan kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau kelumpuhan layuh akut pada anak balita (indikator utama) dan juga surveilans lingkungan (limbah/tinja) untuk mendeteksi keberadaan virus, guna mendukung program pemberantasan polio global, dengan melibatkan pelaporan dini, pengambilan spesimen, dan analisis laboratorium yang cepat.
Salah satu tujuan dari rencana strategi nasional menuju eradikasi dan endgame polio adalah mendeteksi dan pemutusan sirkulasi virus polio. Hal ini dicapai dengan memperkuat survelains AFP, melaksanakan PIN yang berkualitas, melaksanakan surveilans lingkungan serta menyusun dan simulasi pedoman KLB Polio dan surveilans lingkungan. Surveilans polio lingkungan diperlukan selain untuk memonitoring kemajuan penghentian sirkulasi virus dan reintroduksi virus polio liar setelah eradikasi, juga untuk melengkapi dokumen sertifikasi “bebas polio“ dan evaluasinya.
Pengambilan sampel dilaksanakan di IPAL Sungai Selayur Jl. Dr. Sutami, Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30268. Sampel dikirim ke laboratorium Polio Nasional Jakarta untuk dilakukan pengujian polio lingkungan. Sampel sampai di laboratorium penguji 24-48 jam setelah pengiriman dalam kondisi baik suhu 4-8°C.